Bow Shackle Omega G2130 4.75 Ton – 3/4″ POWERTEC Segel Bolt Type

Belanja Hemat Tanpa Ribet Produk Powertec Secara Online

  • Garansi Uang Kembali 100% jika produk yang diterima tidak sesuai
  • Pengiriman Cepat karena langsung menggunakan Armada Khusus Distributor Kami
  • Kirim ke Seluruh Indonesia, Testing produk dan packaging dijamin aman
SKU: 10711999032 Category: Shackle Tags:

Description

Panduan Shackle Jangkar, Material, dan Bagian Bagian Shackle untuk Kebutuhan Lifting

Dalam industri maritim, konstruksi, hingga material handling, penggunaan shackle menjadi bagian penting dalam sistem pengangkatan dan penyambungan beban. Salah satu jenis yang banyak digunakan adalah shackle jangkar karena memiliki bentuk yang memungkinkan distribusi gaya lebih merata. Komponen ini tidak hanya digunakan pada sistem jangkar kapal, tetapi juga banyak diaplikasikan pada berbagai pekerjaan lifting dan rigging.

Selain memahami fungsi shackle jangkar, pengguna juga perlu mengenal bagian bagian shackle beserta material pembuatnya. Pengetahuan tersebut akan membantu dalam memilih produk yang sesuai dengan kapasitas kerja sekaligus meningkatkan keselamatan selama proses pengangkatan. Dengan menggunakan shackle yang tepat, risiko kegagalan sambungan dapat diminimalkan sehingga pekerjaan menjadi lebih aman dan efisien.

Shackle Terbuat dari Bahan Apa?

Shackle umumnya dibuat dari material baja berkekuatan tinggi agar mampu menahan beban tarik yang besar. Material yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, mulai dari pekerjaan ringan hingga industri berat.

Beberapa material yang paling umum digunakan antara lain:

  • 1. Forged Alloy Steel: Material ini menjadi pilihan utama untuk aplikasi lifting karena memiliki kekuatan tarik tinggi, tahan benturan, dan mampu digunakan pada beban berat.
  • 2. Carbon Steel: Banyak digunakan untuk aplikasi umum dengan kapasitas sedang. Material ini memiliki kekuatan yang baik dengan biaya produksi yang lebih ekonomis.
  • 3. Galvanized Steel: Baja yang telah melalui proses galvanisasi sehingga lebih tahan terhadap korosi. Material ini sering digunakan pada shackle jangkar yang bekerja di lingkungan laut atau area dengan kelembapan tinggi.
  • 4. Stainless Steel: Memiliki ketahanan korosi yang sangat baik sehingga cocok digunakan pada industri makanan, kelautan, maupun lingkungan yang membutuhkan perlindungan terhadap karat.

Pemilihan material harus disesuaikan dengan lingkungan kerja agar shackle memiliki umur pakai yang lebih panjang.

Cara Mengetahui Ukuran Shackle

Ukuran shackle ditentukan berdasarkan dimensi fisik dan kapasitas kerja yang dimiliki. Sebelum membeli, pastikan ukuran shackle sesuai dengan kebutuhan sistem lifting.

Beberapa cara mengetahui ukuran shackle adalah sebagai berikut.

  • 1. Periksa diameter pin yang digunakan.
  • 2. Lihat diameter bodi shackle.
  • 3. Perhatikan ukuran bukaan bagian dalam (jaw opening).
  • 4. Baca informasi Working Load Limit (WLL) yang tercetak pada bodi.
  • 5. Pastikan ukuran sesuai dengan wire rope sling, chain sling, atau hook crane yang digunakan.

Dengan memahami ukuran tersebut, pengguna dapat memilih shackle jangkar yang sesuai dengan kapasitas pengangkatan tanpa mengurangi faktor keselamatan.

Bagian Bagian Jangkar Kapal

Pada sistem jangkar kapal, terdapat beberapa komponen utama yang saling bekerja sama untuk menjaga kapal tetap berada pada posisinya.

Bagian-bagian tersebut meliputi:

  • 1. Anchor (Jangkar): Berfungsi mencengkeram dasar laut agar kapal tidak bergeser.
  • 2. Anchor Chain (Rantai Jangkar): Menghubungkan jangkar dengan kapal sekaligus membantu menjaga posisi jangkar saat digunakan.
  • 3. Shackle Jangkar: Menjadi penghubung antara rantai dan jangkar sehingga seluruh sistem dapat bekerja secara aman.
  • 4. Windlass: Mesin yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan jangkar.
  • 5. Hawse Pipe: Jalur tempat rantai jangkar keluar dan masuk ke dalam kapal.

Pada sistem tersebut, shackle jangkar menjadi salah satu komponen penting karena bertugas menyambungkan rantai dengan jangkar secara kuat dan aman.

Macam Macam Shackle

Terdapat beberapa jenis shackle yang umum digunakan dalam industri lifting maupun maritim.

  • 1. Bow Shackle (Anchor Shackle): Memiliki bentuk melengkung sehingga cocok digunakan pada beberapa arah tarikan.
  • 2. D Shackle (Dee Shackle): Memiliki bentuk menyerupai huruf D dan lebih sesuai untuk tarikan lurus.
  • 3. Screw Pin Shackle: Menggunakan pin ulir sehingga mudah dipasang maupun dilepas.
  • 4. Bolt Type Shackle: Menggunakan baut, mur, dan cotter pin sehingga lebih aman pada aplikasi permanen atau dengan getaran tinggi.

Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda. Oleh sebab itu, pemilihan shackle harus mempertimbangkan arah gaya, kapasitas beban, dan lingkungan kerja.

Apa Saja 4 Jenis Perlengkapan Pengangkat (Rigging)?

Dalam sistem rigging, terdapat beberapa perlengkapan utama yang bekerja bersama untuk mengangkat beban secara aman.

Empat perlengkapan yang paling umum digunakan adalah:

  • 1. Wire Rope Sling: Digunakan untuk pengangkatan beban berat dengan kekuatan tarik yang tinggi.
  • 2. Chain Sling: Cocok digunakan pada lingkungan kerja ekstrem maupun suhu tinggi.
  • 3. Webbing Sling: Terbuat dari serat polyester sehingga ringan dan aman untuk material yang mudah tergores.
  • 4. Shackle: Berfungsi sebagai penghubung antara sling, hook crane, masterlink, maupun titik angkat pada beban.

Agar sistem rigging bekerja secara optimal, seluruh perlengkapan tersebut harus memiliki kapasitas Working Load Limit (WLL) yang sesuai.

Bagian Bagian Shackle yang Perlu Diketahui

Selain mengetahui jenisnya, pengguna juga perlu memahami bagian bagian shackle agar dapat melakukan inspeksi dan penggunaan dengan benar.

Bagian bagian shackle terdiri dari:

  • 1. Body (Bodi): Bagian utama yang menahan seluruh beban saat proses lifting.
  • 2. Pin: Berfungsi sebagai pengunci yang menghubungkan kedua sisi bodi.
  • 3. Shoulder: Area tempat pin bertumpu sehingga mampu mendistribusikan beban dengan baik.
  • 4. Eye atau Jaw: Bukaan tempat pemasangan sling, rantai, atau hook.

Memahami bagian bagian shackle membantu pengguna melakukan pemeriksaan rutin sehingga kerusakan seperti retak, deformasi, atau keausan dapat dideteksi lebih awal.

Penuhi kebutuhan shackle jangkar dan berbagai lifting equipment Anda bersama Powertec. Kami menyediakan beragam produk berkualitas, mulai dari wire rope, hoist, rigging, sling belt, hingga perlengkapan material handling lainnya yang telah memenuhi standar internasional untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.

Untuk kemudahan berbelanja, Anda dapat melakukan pembelian melalui disini. Sementara itu, informasi lengkap mengenai rangkaian produk dan solusi lifting dari Powertec dapat Anda temukan di powertec.id.

FAQ

1. Apa bahan shackle jangkar?

Shackle jangkar umumnya dibuat dari forged alloy steel, carbon steel, galvanized steel, atau stainless steel. Material dipilih berdasarkan kebutuhan kapasitas beban dan kondisi lingkungan kerja.

2. Apa saja bagian shackle?

Bagian bagian shackle meliputi body (bodi), pin, shoulder, serta eye atau jaw. Seluruh komponen tersebut bekerja bersama untuk menghubungkan sling, rantai, maupun hook secara aman.

3. Bagaimana memilih shackle?

Pilih shackle berdasarkan Working Load Limit (WLL), ukuran, jenis aplikasi, material, serta standar sertifikasi yang dimiliki. Pastikan kapasitas shackle sesuai atau lebih besar dari beban yang akan diangkat agar proses lifting berlangsung aman dan efisien.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bow Shackle Omega G2130 4.75 Ton – 3/4″ POWERTEC Segel Bolt Type”

Your email address will not be published. Required fields are marked *