Shackle D G210 4.75 Ton – 3/4″ POWERTEC Segel Dee Screw Pin

Belanja Hemat Tanpa Ribet Produk Powertec Secara Online

  • Garansi Uang Kembali 100% jika produk yang diterima tidak sesuai
  • Pengiriman Cepat karena langsung menggunakan Armada Khusus Distributor Kami
  • Kirim ke Seluruh Indonesia, Testing produk dan packaging dijamin aman
SKU: 10711999006 Category: Shackle Tags:

Description

Kekuatan Pengait Sling Baja dan Pilihan Alat Pengait Sling untuk Proses Lifting yang Aman

Dalam proses pengangkatan beban di berbagai sektor industri, penggunaan perlengkapan rigging yang tepat menjadi faktor utama untuk menjaga keselamatan kerja. Salah satu komponen penting yang sering digunakan adalah pengait sling baja. Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara sling dengan crane hook, shackle, maupun titik angkat pada beban sehingga proses lifting dapat berlangsung secara stabil dan aman.

Selain pengait sling baja, terdapat berbagai jenis alat pengait sling yang dirancang untuk kebutuhan pengangkatan yang berbeda. Setiap jenis memiliki karakteristik, kapasitas kerja, serta mekanisme penguncian yang disesuaikan dengan aplikasi tertentu. Oleh karena itu, memahami ukuran sling, jenis pengait, hingga batas kemampuan beban sangat penting sebelum melakukan proses lifting.

Ukuran Sling Baja dan Kekuatannya

Wire rope sling tersedia dalam berbagai ukuran diameter yang disesuaikan dengan kapasitas angkat yang dibutuhkan. Semakin besar diameter sling, umumnya semakin tinggi pula kekuatan dan kapasitas kerjanya. Namun, nilai tersebut dapat berbeda tergantung konstruksi wire rope, jumlah kaki sling, sudut pengangkatan, dan standar pabrikan. Berikut beberapa ukuran sling baja yang umum digunakan beserta kisaran kapasitas kerjanya:

  • 1. Diameter 8 mm: memiliki kapasitas kerja sekitar 0,8-1 ton dan cocok untuk pekerjaan pengangkatan ringan.
  • 2. Diameter 10 mm: memiliki kapasitas sekitar 1,2-1,6 ton, banyak digunakan pada industri manufaktur maupun pergudangan.
  • 3. Diameter 12 mm: mampu mengangkat beban sekitar 2-2,5 ton sehingga sesuai untuk proyek konstruksi skala menengah.
  • 4. Diameter 16 mm: memiliki kapasitas kerja sekitar 3-5 ton dan umum digunakan pada pekerjaan industri berat.
  • 5. Diameter 20 mm: mampu mengangkat beban sekitar 5-8 ton, cocok untuk sektor pelabuhan, pertambangan, maupun fabrikasi.
  • 6. Diameter 24 mm: memiliki kapasitas sekitar 8-12 ton sehingga digunakan pada proses lifting dengan beban berukuran besar.

Selain memilih ukuran sling yang sesuai, kapasitas pengait sling baja juga harus memiliki nilai Working Load Limit (WLL) yang sama atau lebih besar daripada sling. Dengan demikian, alat pengait sling dapat bekerja secara optimal tanpa menjadi titik lemah dalam sistem pengangkatan.

Jenis Pengait Sling Mana yang Memiliki Kapasitas Tertinggi?

Berbagai alat pengait sling dirancang dengan kapasitas kerja yang berbeda sesuai kebutuhan industri. Berikut beberapa jenis yang paling umum digunakan:

  • 1. Eye Hook: Digunakan pada wire rope sling maupun webbing sling dan cocok untuk berbagai pekerjaan lifting umum.
  • 2. Clevis Hook: Banyak digunakan pada chain sling karena memiliki sambungan yang kuat dan mudah dipasang.
  • 3. Self Locking Hook: Memiliki sistem pengunci otomatis yang membantu mencegah lepasnya beban selama proses pengangkatan.
  • 4. Swivel Hook: Dapat berputar sehingga mengurangi risiko puntiran pada sling ketika mengangkat beban.
  • 5. Foundry Hook: Merupakan jenis pengait dengan kapasitas paling besar. Foundry hook dirancang untuk aplikasi heavy duty seperti industri baja, pengecoran logam, pertambangan, dan pelabuhan.

Pemilihan alat pengait sling harus mempertimbangkan kapasitas beban, jenis sling yang digunakan, serta kondisi lingkungan kerja agar keamanan tetap terjaga.

Apa Perbedaan antara Sling Tipe 3 dan Tipe 4?

Sling tipe 3 dan tipe 4 dibedakan berdasarkan jumlah kaki sling yang digunakan. Sling tipe 3 menggunakan tiga kaki sling yang bertemu pada satu master link. Konfigurasi ini mampu mendistribusikan beban dengan baik sehingga sering digunakan untuk material yang memiliki tiga titik angkat.

Sementara itu, sling tipe 4 menggunakan empat kaki sling sehingga distribusi beban menjadi lebih merata dan stabil. Jenis ini banyak digunakan untuk mengangkat beban berukuran besar atau memiliki empat titik pengangkatan. Baik sling tipe 3 maupun tipe 4 memerlukan pengait sling baja yang memiliki kapasitas sesuai dengan total beban yang diangkat. Selain itu, seluruh alat pengait sling dalam sistem lifting juga harus diperiksa sebelum digunakan untuk memastikan tidak terdapat retak, deformasi, maupun keausan.

Batas Kekuatan Maksimum Sebuah Sling di Mana Pada Titik Tersebut Sling Akan Putus Adalah

Batas kekuatan maksimum sebuah sling disebut Minimum Breaking Load (MBL) atau Breaking Strength. Nilai ini menunjukkan beban maksimum yang dapat ditahan sling sebelum mengalami kegagalan atau putus pada saat pengujian. MBL tidak boleh dijadikan acuan sebagai kapasitas kerja selama proses lifting. Dalam praktiknya, operator harus selalu menggunakan nilai Working Load Limit (WLL) yang telah ditentukan oleh produsen.

Sebagai contoh, apabila sebuah sling memiliki WLL sebesar 5 ton dengan safety factor 5:1, maka nilai MBL-nya sekitar 25 ton. Hal yang sama juga berlaku pada pengait sling baja dan alat pengait sling, di mana kapasitas kerja harus mengikuti nilai WLL, bukan MBL.

Apa Itu SWL pada Sling?

SWL atau Safe Working Load adalah batas beban kerja aman yang direkomendasikan selama proses pengangkatan. Saat ini, istilah yang lebih umum digunakan adalah Working Load Limit (WLL) karena mengikuti standar internasional. Nilai SWL dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Diameter wire rope sling.
  • Material sling.
  • Jumlah kaki sling.
  • Sudut pengangkatan.
  • Kapasitas pengait sling baja.
  • Kondisi fisik alat pengait sling dan perlengkapan rigging lainnya.

Sebelum digunakan, seluruh perlengkapan lifting harus diperiksa secara berkala. Pengait yang mengalami retak, korosi, deformasi, atau keausan sebaiknya tidak digunakan karena dapat mengurangi kapasitas kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Penuhi kebutuhan pengait sling baja dan berbagai lifting equipment Anda bersama Powertec. Kami menyediakan beragam produk berkualitas, mulai dari wire rope, hoist, rigging, sling belt, hingga perlengkapan material handling lainnya yang telah memenuhi standar internasional untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.

Untuk kemudahan berbelanja, Anda dapat melakukan pembelian melalui disini. Sementara itu, informasi lengkap mengenai rangkaian produk dan solusi lifting dari Powertec dapat Anda temukan di powertec.id.

FAQ

1. Seberapa kuat pengait sling?

Kekuatan pengait sling bergantung pada material, desain, dan nilai Working Load Limit (WLL). Pengait berbahan forged alloy steel tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari ratusan kilogram hingga puluhan ton sesuai spesifikasi produsennya.

2. Apa jenis alat pengait sling?

Beberapa jenis alat pengait sling yang umum digunakan antara lain eye hook, clevis hook, self locking hook, swivel hook, foundry hook, serta berbagai jenis shackle yang berfungsi sebagai penghubung dalam sistem lifting.

3. Bagaimana memilih pengait?

Pilih pengait berdasarkan kapasitas WLL, jenis sling yang digunakan, ukuran sambungan, material, dan standar keselamatan. Pastikan kapasitas pengait sama atau lebih besar dibandingkan kapasitas sling agar proses lifting berlangsung aman dan efisien.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Shackle D G210 4.75 Ton – 3/4″ POWERTEC Segel Dee Screw Pin”

Your email address will not be published. Required fields are marked *