Lompat ke konten utama

Powertec

Snatch Block Adalah: Fungsi, Cara Kerja, Jenis, dan Cara Memilihnya

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2026

Snatch block adalah katrol rigging (pulley block) dengan sisi samping yang dapat dibuka, yang digunakan untuk mengubah arah tarikan tali atau wire rope dan, bila dirangkai dengan beberapa lintasan tali, mengurangi gaya tarik yang dibutuhkan. Karena sisinya terbuka, tali dapat dipasang tanpa melepas ujungnya.

Poin Penting

  • Snatch block mengubah arah tarikan dan, dengan lebih dari satu lintasan tali, mengurangi gaya tarik yang dibutuhkan.
  • Gaya tarik berkurang, tetapi panjang tali yang ditarik bertambah dan beban pada titik tumpu ikut naik.
  • Kapasitas (WLL) harus dibandingkan dengan beban yang bekerja pada block, bukan hanya berat muatan.
  • Di katalog Powertec tersedia snatch block K-Type (hook atau eye) dan HD-Type (dengan shackle).
  • Periksa sheave, pin, side plate, dan hook sebelum setiap pemakaian.

Apa Itu Snatch Block dan Apa Fungsinya?

Snatch block adalah alat bantu pengarah tali yang memiliki satu atau lebih sheave (roda katrol) di dalam rangka baja. Fungsi utamanya ada tiga: membelokkan arah tarikan, menjaga tali tetap pada jalur yang aman, dan memberi keuntungan mekanis saat dipasangkan dengan winch atau hoist.

Pada katrol tertutup, tali harus dimasukkan dari ujungnya. Pada snatch block, side plate dibuka sehingga tali bisa diletakkan langsung di atas sheave. Ini berguna di lapangan ketika ujung wire rope sudah terpasang pada hook atau beban. Powertec, distributor wire rope dan lifting equipment di Jakarta, mengelompokkan produk ini dalam kategori Snatch Block.

Bagaimana Cara Kerja Snatch Block?

Snatch block bekerja dengan membagi beban ke beberapa lintasan tali. Semakin banyak lintasan yang menopang beban, semakin kecil gaya tarik teoretis yang dibutuhkan, dengan konsekuensi tali yang ditarik menjadi lebih panjang.

Satu sheave yang hanya membelokkan tali tidak mengurangi gaya tarik; ia hanya mengubah arah. Keuntungan mekanis muncul ketika tali berbalik ke titik tumpu sehingga beban ditopang dua lintasan atau lebih. Nilai pada tabel berikut adalah teoretis tanpa gesekan, sehingga gaya tarik sebenarnya akan sedikit lebih besar.

Jumlah lintasan tali yang menopang beban Gaya tarik teoretis Panjang tali yang ditarik
1 (hanya mengubah arah) Sama dengan beban Sama dengan jarak angkat
2 Setengah beban 2 kali jarak angkat
3 Sepertiga beban 3 kali jarak angkat

Mengapa beban pada block bisa lebih besar dari beban muatan?

Beban pada block adalah resultan gaya dari dua bagian tali yang melewatinya. Besarnya sama dengan 2 x gaya tarik x cos (setengah sudut antar tali), sehingga makin sempit sudutnya makin besar bebannya. Tabel ini memakai gaya tarik tali T sebagai satuan.

Sudut antar dua bagian tali Beban pada block
0 derajat (tali sejajar) 2,00 x T
60 derajat 1,73 x T
90 derajat 1,41 x T
120 derajat 1,00 x T

Karena itu titik tumpu dan shackle yang dipakai harus dipilih berdasarkan beban pada block, bukan berat muatan saja.

Apa Saja Jenis Snatch Block di Katalog Powertec?

Katalog Powertec memuat dua kelompok snatch block, yaitu K-Type dan HD-Type. Perbedaan praktisnya ada pada cara pemasangan, sedangkan kapasitas dan ukuran sheave berbeda per model.

  • K-Type: tersedia dengan pengait hook atau eye, satu atau dua sheave. Contohnya Snatch Block Hook 1.5 Ton 5 inci K-Type 2 Sheave, Eye 2 Ton 6 inci 2 Sheave, Hook 5 Ton 10 inci 1 Sheave, dan Hook 6 Ton 12 inci 1 Sheave.
  • HD-Type: snatch block dengan shackle untuk pengalihan arah dan distribusi beban pada pekerjaan angkat.

Untuk pekerjaan menarik atau menahan beban dengan winch, snatch block biasanya dipasangkan dengan winch. Artikel Powertec lain tentang snatch block asli merangkum pilihan produknya.

Bagaimana Cara Memilih Snatch Block yang Tepat?

Pilih snatch block dengan WLL yang melebihi beban yang bekerja pada block, diameter sheave yang sesuai dengan tali, dan tipe pengait yang cocok dengan titik tumpu. Ikuti langkah berikut.

  1. Tentukan berat muatan dan susunan tali, lalu hitung beban yang bekerja pada block memakai tabel sudut di atas.
  2. Pastikan WLL yang tertera pada body block lebih besar dari beban tersebut, sesuai prosedur lifting dan regulasi K3 di lokasi kerja.
  3. Cocokkan diameter sheave dan alur dengan diameter wire rope; sheave yang terlalu kecil mempercepat kerusakan kawat tali.
  4. Pilih jumlah sheave: satu untuk pengalihan arah, dua atau lebih untuk keuntungan mekanis.
  5. Pilih pengait hook, eye, atau shackle sesuai titik tumpu dan pastikan material pengaitnya setara kapasitasnya.

Bagaimana Cara Menggunakan dan Memeriksa Snatch Block dengan Aman?

Gunakan snatch block hanya di dalam WLL, pasang pada titik tumpu yang kuat, dan periksa komponen sebelum setiap pemakaian. Hentikan pemakaian jika ada kerusakan, lalu tandai alat agar tidak dipakai sebelum diperiksa orang yang kompeten.

Apa yang harus diperiksa sebelum dipakai?

  • Sheave: aus, retak, atau alur yang sudah terlalu dalam.
  • Pin dan baut: bengkok, longgar, atau karat parah.
  • Side plate: deformasi, retak, atau tidak menutup rapat.
  • Hook, eye, atau shackle: bukaan melebar, bengkok, atau retak.
  • Putaran sheave: harus lancar tanpa macet atau bunyi kasar.

Apa yang harus dihindari saat pemasangan?

  • Memasang block pada titik tumpu yang kapasitasnya tidak diketahui.
  • Membiarkan tali keluar dari alur sheave atau terjepit di celah side plate.
  • Berdiri di garis tarikan tali atau di dekat jalur tali yang bertegangan.
  • Menggunakan block yang dimodifikasi, dilas, atau dibor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Snatch Block

Apa fungsi snatch block?

Fungsi utama snatch block adalah mengubah arah tarikan tali atau wire rope dan, bila dirangkai dengan beberapa lintasan tali, mengurangi gaya tarik yang dibutuhkan. Karena sisi sampingnya dapat dibuka, tali dapat dipasang tanpa melepas ujungnya.

Apa bedanya snatch block dengan katrol biasa?

Perbedaan utamanya ada pada side plate snatch block yang dapat dibuka sehingga tali bisa dimasukkan di tengah lintasan. Katrol tertutup umumnya mengharuskan tali dimasukkan dari ujungnya.

Apakah snatch block bisa melipatgandakan tarikan winch?

Ya, secara teoretis. Dengan dua lintasan tali, gaya tarik yang dibutuhkan menjadi setengah beban, tetapi kecepatan tarik juga setengah. Gesekan sheave mengurangi efisiensi nyata, dan titik tumpu harus menahan beban yang lebih besar.

Bagaimana cara memilih kapasitas snatch block?

Pilih snatch block dengan WLL yang lebih besar dari beban yang bekerja pada block, bukan hanya berat muatan. Beban pada block dapat melebihi beban angkat karena sudut tali, jadi hitung resultan gaya sebelum memilih.

Bagaimana cara memeriksa snatch block?

Periksa sheave, pin, side plate, hook atau shackle, dan putaran bearing sebelum setiap pemakaian. Hentikan pemakaian bila ada retak, deformasi, sheave aus, atau side plate yang tidak menutup rapat.

Ingin Memilih Snatch Block untuk Pekerjaan Anda?

Tim Powertec dapat membantu mencocokkan kapasitas, ukuran sheave, dan tipe pengait dengan kebutuhan lapangan Anda. Lihat pilihan lengkapnya di halaman kategori Snatch Block Powertec atau hubungi Powertec untuk konsultasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *